foto1
KKL dan Pengabdian
foto1
Cintai Bumi
foto1
Hima dan KPU
foto1
Pelantikan Ibu Farida, S.Si., M.Sc

Login Form

Sistem Informasi

Pada Hari Selasa Tanggal 2 Agustus 2016 telah diadakannya Kuliah Umum di Aula Gedung B Kampus STKIP PGRI Sumatera Barat bersama Ibu Dr. Unifah Rosyidi, M.Pd (Ketua Umum PB PGRI) dan Bapak Bahrul Hayat, Ph.D (Dewan Pakar PB PGRI) yang bertemakan "Melalui Kepemimpinan dan Tata Kelola Yang Baik Kita Tingkatkan Budaya Mutu di STKIP PGRI Sumatera Barat".

Acara Kuliah Umum ini dihadiri oleh Bapak Drs. Dasrizal, MP (Ketua Yayasan Pendidikan PGRI Padang Sumatera Barat), Ibu Dr. Zusmelia, M.Si (Ketua STKIP PGRI SUMBAR), Ibu  Sri Imelwaty, Ph.D (Waka 1), Bapak Jarudin, MA., P.h.D (Waka 2), Drs. Zainal Akil (Pengurus PGRI Provinsi SUMBAR), Pengurus PGRI se Kabupaten Kota SUMBAR, Pimpinan Prodi, Pimpinan Unit, Dosen dan Karyawan se Lingkungan STKIP PGRI Sumatera Barat.

Rangkaian Acara Kegiatan Kuliah Umum :

1.   Pembukaan oleh MC = Monalisa, M.Pd (Juara MC Tingkat Provinsi).

2.   Tari Pasambahan = Team UKM Seni STKIP PGRI Sumatera Barat.

3.   Pembacaan Ayat Suci Alquran = Refni, S.Pd.

4.   Menyanyikan Lagu Indonesia Raya = Semua Peserta.

5.   Sambutan Ketua YP PGRI Padang Sumatera Barat.

6.   Sambutan Ketua STKIP PGRI Sumatera Barat.

7.   Sambutan Ketua PGRI Provinsi Sumatera Barat.

8.   Sambutan dan Pembukaan Acara Kuliah Umum oleh Ketua Umum PB PGRI.

9.   Tari Kreasi Minang / Tari Paduri Pangkat Tigo (Juara 2 Pekan Seni Mahasiswa Daerah)

       Persembahan dari UKM Seni STKIP PGRI Sumatera Barat.

10. Penyampaian Materi Kuliah Umum.

 

Ibu Dr. Unifah Rosyidi, M.Pd menekankan kepada Problem Innovation, dalam hal ini Civitas Akademika diminta melakukan inovasi, jangan terbuai dengan keadaan sekarang sehingga nantinya akan kalah bersaing dengan kampus lain. Pesan utama dari Beliau adalah "Jangan Tanyakan Apa Yang Diberikan Kampus Untuk Anda, Tapi Tanyakan Apa Yang Anda Berikan Untuk Kampus".

"Jangan Pernah Berhenti Bermimpi, Karena Mimpi pun Bisa Direncanakan (Unifah Rosyidi, 2016).

Bapak Bahrul Hayat, Ph.D menyampaikan Materi Kuliah Umum dengan Tema "Membangun Budaya Mutu Perguruan Tinggi". Universitas adalah keragaman yang disatukan oleh Rektor. Kualitas Perguruan tinggi yang baik adalah berkat para Civitas Akademika dan Peran Penting para Leadership. Keharmonisan antara Yayasan dan kampus maka akan terciptalah kampus yang berkualitas.

Apa Itu Budaya ?

1. Shared Values and Commitment.

2. Individual and Collective Commitment.

3. Values in Action.

4. How People Do Things in Organization.

Mengapa Perlu Budaya ? Karena sekuat apapun sistem terutama di Kampus ini jika tanpa adanya budaya mutu yang baik, maka akan lumpuh, komunikasi tidak akan berjalan dengan lancar dengan sesama Civitas Akademika.

Manfaat dari Budaya Mutu Perguruan Tinggi adalah sebagai Alignment Vision Mision, Building Team Cohesivenes, Increase Motivation, Code of Product, dan Aturan Penggerak Organisasi. Budaya Mutu yang baik akan menciptakan lingkungan yang sehat dan kuat sehingga terhindar dari aura negatif di kampus. Tanamkan budaya jujur, produktif dan riset. hindarkan diri dari budaya racun (Toxic Culture) yang dapat menghancurkan masa depan suatu kampus.

 Ciri-ciri Perguruan Tinggi Berbudaya Mutu :

1. Jadikan Kampus sebagai Organisasi Pesaing, Moving From Good, Excellent, and Great.

    Semua Orang Punya Prestasi, berikan penghargaan.

2. Belajar Berorganisasi, To Learn is Also to Unlearn, Knowledge Management, Scientific

    Discovery.

3. Discipline Organization, Discipline People, Mind and Action, Culture of Compliance Self

    Regulation.

 Pemimpin Perguruan Tinggi Yang Baik adalah mereka yang menempatkan civitas akademika sebagai aset universitas yang tak ternilai.

Leadership for quality culture : leader with quality vision, commitment, consistence, competence, leader empowering people, leader with open and fluid communication.

Indikator Kampus yang baik menurut Bapak Bahrul Hayat, Ph.D adalah : memiliki quality teaching learning dan research quality.

Gunakan Pikiran Untuk Menguji Kebenaran, Gunakan Hati Untuk Menguji Kebaikan (Bahrul Hayat, 2016).